Menjadi "ibu" /orang tua yang dipilih
Tuhan menjadikan maka terjadilah,
sebuah pilihan akan berdampak pada konsekuensi yang harus diterima dan dijalani suka atau tidak suka baik dan buruk atas pilihan yang dibuat terdahulu.
seperti pilihan keputusan yang telah aku ambil untuk menerima persekutuan dalam sakramen kudus yaitu sakramen perkawinan pada Tahun 2009 dibulan Juli hari yang ke-4 masa itu. bahwa telah berjanji dihadapan Kristus untuk setia dan taat dalam ikatan sakramen perkawinan yang kudus hidup bersama Benedictus Simatupang maka segala konsekuensi atas janji itu telah kujalani dan terima dengan segala "rasa".
jatuh bangun dalam dosa dan ingkar terjadi. yah..dihadapan Tuhan tak ada yang tersembunyi. kuasa si Jahat mengintai setiap saat. syukur atas kemurahan Hati Tuhan melalui malaikat-malaikat pelindung yang diutus, Roh Kudus yang menolong Rumah tangga ku masih dapat berdiri. aku tidak tau ya Tuhan sekokoh apa? tetapi aku memohon didalam kerahimanMU kiranya Engkau teguhkan dan Kokohkan tiang keluarga kami ini.
bukan untukku tetapi demi kemuliaanMu.
pun..karunia yang besar yang Tuhan berikan kepadaku untuk menjadi ibu di Tahun ke 14 perkawinanku pada Tahun 2023 bulan Februari hari yang ke -10 Mukjizatmu terjadi. seorang manusia kecil "putri" mungil Engkau hadirkan bagi rumah tanggaku. buah dari sakramen kudus. Semoga Rahim yang menopang hidupnya selama 9 bulan Engkau berkati ya Tuhan. kuasaMu terjadi.
apa mau ku katakan ya Tuhan, lidahku tidak dapat ber ucap. karna hati hanya Engkau yang dapat mendalaminya.
kehidupan yang Engkau tambahkan itu ya Tuhan telah menguatkan akar rumahtangga kami. Tuhan aku sadar tanggungjawab besar sebagai orangtua, kami tidak sanggup sendiri uluran tanganMU yang menopang kehidupannya bersama kami.
dan saat mulai menjadi seorang ibu menjadi sebuah perjalanan yang sulit karena antara tanggungjawab , cinta dan kebutuhan akan pertumbuhannya haruslah sejalan, namun Tuhan Engkaulah telah melihat. aku harus meninggalkannya kembali bekerja diusia yang masih 2bulan. air mata, luka hati tak dapat tertahan. hingga saat ini Tuhan keberanianku tidak ada untuk sepenuhnya membersamainya sepanjang hari.
Tuhan Yesus, satu selalu pintaku saat meniggalkannya bekerja, sentuhlah hati putriku dengan hatiMu yang lemah lembut. maka tenanglah hati ini karena ku percaya akan CintaMu.
Comments
Post a Comment